Dapatkan Informasi rohani Melalui Ini

Wednesday, February 22, 2017

Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham

Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham - Hallo Kawan KBVRI,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Article Berita, Article Gaya Hidup, Article Psikologi, Article Unik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Title : Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham
link : Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham

Baca juga


Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham

Sebuah buku anak-anak dengan judul dan isi yang bisa dikatakan ambigu, menjadi viral di media social. Buku yang berjudul, ‘aku berani tidur sendiri’ itu ramai dibicarakan, apalagi halaman salah satu halamannya yang benar-benar membuat pembaca salah faham.



BACA JUGA: Indonesia Bakal Jadi Tuan Rumah Konferensi Zakat Dunia Tahun 2017

Karena viral akan ‘keganjalannya’  Secara panjang lebar, pihak penerbit menuliskan klarifikasi lengkap terkait masalah yang kini mencuat. Berikut penjelasan lengkap mereka:

(1) Sehubungan dengan maraknya pembicaraan dan beredarnya potongan halaman dari cerita Aku Belajar Mengendalikan Diri dalam Seri Aku Bisa Melindungi Diri, bersama ini kami sampaikan bahwa ketika kami menerbitkan Seri Aku Bisa Melindungi Diri, kami berkeinginan membantu orang tua menjelaskan pada anak-anak tentang pentingnya melindungi diri.

Antara lain mengajarkan anak untuk melindungi diri dari orang-orang yang berniat tidak terpuji terhadap mereka, membekali anak cara melindungi diri dari ancaman penyakit dan kejahatan seksual, juga pengetahuan dasar seksual yang penting untuk diketahui anak sejak dini.

Kami mengangkat materi “masturbasi” dalam salah satu cerita karena berawal dari adanya fenomena anak yang mendapatkan keasyikan saat menyentuh, memegang, atau bahkan memainkan kemaluannya.

Hal “negatif” ini sudah umum dijumpai. Apabila kita mengetikkan kata kunci “anak memainkan kemaluannya” di Google, muncul banyak sekali artikel yang relevan dengan hal tersebut.

Beberapa artikel bahkan menunjukkan bahwa perilaku ini juga dilakukan oleh balita. Beberapa orang menamakan aktivitas memainkan kemaluan ini dengan sebutan masturbasi.

Sebenarnya, perilaku pada anak tersebut belumlah layak disebut masturbasi karena makna masturbasi adalah proses memperoleh kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin atau stimulasi organ seks oleh diri sendiri.

Anak, bahkan balita, tentu sama sekali belum punya hasrat tersebut. Seperti diutarakan oleh salah seorang psikolog dalam artikel yang kami acu, perilaku senang menyentuh atau memainkan alat kelamin adalah wajar karena anak usia prasekolah sedang berada dalam masa phallic (falik), bahwa salah satu sumber kenikmatan berada di daerah genital.

Hal ini normal dan merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Namun, setiap orang tua tentu khawatir jika mengetahui anak mereka mengetahui hal tersebut.


(2) Dengan latar belakang tersebut, buku ini berfungsi sebagai media untuk menyampaikan kepada anak bahwa perbuatan tersebut, memainkan kemaluannya, tidak sepantasnya dilakukan dan memiliki risiko kesehatan. Tentu target buku ini lebih diutamakan kepada para orang tua yang merasa anaknya juga melakukan hal tersebut. Namun, tetap ada baiknya jika buku ini juga dibaca oleh orang tua dan anak pada umumnya sebagai pengetahuan yang bermanfaat sebagai bentuk upaya pencegahan. Pada akhirnya, kami sadar bahwa sebagian masyarakat kita mungkin belum siap untuk menerima pendidikan seksual sejak usia dini. Sebagai bentuk tanggung jawab kami, buku tersebut sudah kami tarik dari peredarannya dari toko buku umum sejak Desember 2016, tak lama setelah buku itu terbit. Namun sayang, ternyata masih ada yang menjualnya di toko online. Sebagai bentuk tanggung jawab kami lainnya, jika tidak keberatan, kami mempersilakan Bapak untuk mengirimkan buku yang telah Bapak beli tersebut kepada kami ke alamat Redaksi Tiga Ananda; Jln. Dr. Supomo No. 23 Surakarta 57141, Telp. (0271) 714344. Kami akan mengganti buku tersebut dengan produk kami yang lain. Atau, jika berkenan, kami akan mengembalikan uang (alternatif) karena buku tersebut sudah ditarik dan tidak dijual bebas. Kami berharap penjelasan ini dapat menjawab keresahan Bapak dan Ibu. Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak dan Ibu, kami ucapkan terima kasih. Surakarta, 20 Februari 2017 Penerbit Tiga Serangkai
A post shared by Penerbit Tiga Serangkai (@tigaserangkai) on



Demikianlah Artikel Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham

Sekianlah artikel Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham dengan alamat link https://kbvri.blogspot.com/2017/02/buku-anak-berbau-dewasa-kembali-viral.html
loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Buku Anak Berbau Dewasa Kembali Viral. Ternyata Ini Penjelasan yang Bikin Salah Faham

0 comments:

Post a Comment